Rumah Masa Depan Bukan di Kuburan Oleh: RHR Dodi Sarjana Jika ingin bersendiri tanpa bersepi Jika ingin hening di tengah bising yang mati Jika terus ingin lari lalu selalu rindu kembali Jika ingin tempat menetap tanpa tersekap jawablah: kepadamukah kumesti pergi? SEORANG penyair, yang mantan dosen Fakultas Satra Inggris UGM Yogyakarta, Landung R. Simatupang, memaknai hakikat rumah dengan goresan puisinya seperti dituliskannya di atas. Landung memang memberi judul pusinya dengan satu kata, Rumah. Namun Landung masih sangsi akan ketentraman yang ditawarkan rumah. Adakah tempat lain, selain rumah, yang bisa memberi silih atau obat ketika hati ini merana? Benarkah hanya rumah, satu-satunya tempat yang mampu memberikan kenyaman di kala hati gundah? Tentu jawaban yang muncul akan sangat debatable. Sangat bisa dibantah dan tergantung suasana hati masing-masing individu. Namun harus diakui, dari rumah lah, kerangka psikologis seseorang terbangun. Suasana rumah, kehidupan rumah, dan geliat hidu...
Adalah house of art&culture. Rumah seni&budaya, kuliner, serta rumah kehidupan. Omah Kebon, diharap tak hanya jadi rumah mimpi, tapi rumah kasunyatan. Because, se-beruntung2-nya orang yg lupa, masih untung yg slalu ingat&waspada. Ketika sadar kita sering tergagap&terperangah. Ternyata selama ini kita banyak dibuai mimpi. Persoalannya, bagaimana cara mewujudkan mimpi2 itu? I think, biarkan kesadaran membimbing kita. Soo good luck, smg Anda beruntung dlm kehidupan ini.