Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2011

Korupsi Silakan Jalan Terus

PERANG melawan aksi korupsi tampaknya mulai mengendur di tanah air kita. Perangkat hukum terhadap aksi ini, sepertinya belum seia sekata dalam upaya pemberantasankejahatan kerah putih tersebut. Di satu sisi, ada aparat yang semangat membasminya, namun di sisi lain ada pula yang terkesan ogah-ogahan. Hukum, selama ini, dirasa belum berpihak pada "keadilan". Terkesan sekali, perangkat undang- undang yang dikenakan dan tengah dipersiapan untuk para koruptor terlalu ringan. Tidak memberikan unsur pendidikan dan membuat jera para pelaku korupsi. Seringkali dalam putusan pengadilan, para koruptor yang telah menggerogoti uang negara ratusan hingga milyaran rupiah hanya dihukum di bawah sepuluh tahun. Hukuman terhadap mereka, jika dibanding-bandingkan dengan hukuman terhadap pencuri ayam, tidak berbeda jauh. Secara norma etika, latar belakang kedua kejahatahn tersebut sebenarnya cukup drastis berbeda. Jika pencuri ayam mencuri karena memang dihimpit kebutuhan hidup, sementara korupto...

Kongres PSSI Siapa Punya

KONGRES PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) di Hotel The Premiere, Pekanbaru, Sabtu kemarin, diwarnai kisruh. Sekitar 78 pemegang hak suara, menguasai ruang kongres dan tetap melaksanakan kegiatan. Meski tanpa kehadiran para pengurus dan pimpinan PSSI pusat, mereka tetap bersidang dan menelurkan beberapa keputusan strategis. Sekretaris Umum PSSI Pengurus Provinsi Papua Usman Fakaubun menyebutkan ada tiga keputusan utama di kongres PSSI pro perubahan. Pertama adalah pemilihan Komite Pemilihan dan Komite Banding. Kedua, perubahan terhadap Statuta PSSI, terutama Pasal 35. Dan terakhir memutihkan semua sanksi yang diberikan secara membabi buta oleh PSSI kepada orang-orang yang terlibat dalam Liga Primer Indonesia. Ada beberapa catatan penting terkait pelaksanaan kongres PSSI di Pekanbaru ini. Meski jelas- jelas ada instruksi dari FIFA dan pemerintah agar PSSI melaksanakan kongres dengan sebaik-baiknya, tetap saja pengurus PSSI dan panitia pelaksana kongres terkesan mempersulit pes...

Priiiit.......! Kartu Merah buat Nurdin

THE member of the Executive Committee...must not have been previously found guilty of a criminal offence." Itulah bunyi Standar Statuta FIFA pasal 32 ayat4, yang artinya, anggota komite eksekutif tidak boleh pernah dinyatakan bersalah atas tindakan kriminal. Penafsiran mengenai pasal kriminal dalam Statuta PSSI versi bahasa Inggris tersebut, konteks waktunya pun luas, tidak terbatas pada saat kongres digelar. Berdasarkan hal itulah, Presiden FIFA, Sepp Blatter, melarang Ketua Umum PSSI Nurdin Halid untuk dicalonkan kembali menjadi ketua umum badan sepak bola tertinggi di Indonesia periode 2011-2015. Sebab, Nurdin tidak memenuhi Statuta FIFA karena merupakan mantan narapidana. Penegasan tersebut, diperkuat lagi dalam pertemuan antara Sepp Blatter, yang didampingi Direktur Keanggotaan dan Pengembangan Asosiasi Thierry Regenass, dan tiga penggagas Koalisi Independen untuk Penyelamatan Sepak Bola Nasional (Konsen), yaitu Effendi Gazali, Yudhi Oktaviandi, dan Andi Bachtiar Yusuf, di D...

Dulu Jual Beli Budak, Kini Human Trafficking....Sama Saja!

KASUS human trafficking , perdagangan manusia, begitu lekat dengan telinga kita. Di Indonesia, hampir setiap hari, kasus ini selalu terjadi. Perdagangan manusia sebenarnya bukanlah monopoli negara Indonesia. Di beberapa negara berkembang lainnya, kasus ini juga marak terjadi. Aktivitas perdagangan manusia, memang bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia. Sejak ratusan tahun lalu, kasus ini juga sudah terjadi di mana-mana. Kasus ini kembali mengemuka dan menyentak kesadaran kita, ketika di Duri muncul dugaan kasus penjualan "siswa" setingkat SMA di negeri Jiran Malaysia. Modusnya sebenarnya masih sama dengan kasus-kasus sebelumnya. Namun kini kembali terjadi karena kita semua kurang peduli akan hal itu. Memang, susahnya mencari pekerjaan di tanah air, serta iming-iming gaji besar di luar negeri, menjadi salah satu pencetus kasus ini selalu muncul. Menurut UU Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, yang disebut trafficking atau perdaganga...

Buku Bom, Bom Buku

PAKET bom buku memberikan peringatan kepada kita semua bahwa teror di tanah air belum berhenti. Tertangkap dan terbunuhnya beberapa gembong teroris, ternyata tidak juga menyurutkan aksi teror. Bahkan teror bom mengalami perkembangan, dari bom bunuh diri memakai ransel (tas punggung), bom mobil, bom sepeda, dan kini bom buku. Bom buku yang akhirnya sempat meledak dan memutuskan tangan Kasat Kabareskrim Polres Metro Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan menyadarkan kita semua akan keberadaan para teroris. Memang, hingga saat ini belum diketahui dan belum ada yang mengaku sebagai penanggungjawab atas bom tersebut. Dan justru, saat ini, beredar isu dan rumor beraneka ragam tentang motif bom buku tersebut. Namun hendaknya semua itu dikesampingkan dulu. Kita harus melihat persoalan teror tersebut secara bersama dan dari satu sisi yang sama bahwa perbuatan itu merongrong keamanan negara dan mempengaruhi kenyamanan hidup masyarakat. Siapa pun di balik perbuatan terkutuk tersebut, sudah tentu pun...

Presiden Jangan Hanya Kirim Bantahan Kosong

PEMBERITAAN " Yudhoyono Abused Power " yang dilansir harian The Age dan The Sydney Morning Herald , Jumat (11/3), mengusik rasa penasaran banyak pihak. Sebagai warga yang memiliki sang Presiden, kita tentu terganggu dengan pemberitaan tersebut. Bagaimana pun juga, pemberitaan yang terkesan "tendensius" tersebut akan mempengaruhi kredibiltas bangsa Indonesia secara keseluruhan. Terlepas bahwa pemberitaan tersebut bersifat "pribadi" terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), akan tetapi hal itu bisa saja akan menjadi cerminan bangsa ini. Bukan tidak mungkin orang asing akan melihat bahwa peribadi bangsa Indonesia terwakili oleh pemimpinnya. Ketika banyak pemimpin bangsa ini menempuh jalan tidak sehat saat berkuasa, maka kualitas bangsa tersebut tidaklah jauh dari para pemimpin yang ada. Adanya berita penyalahgunaan kekuasaan, tentulah tidak bisa dilawan hanya dengan statemen bahwa pemberitaan tersebut hanya gosip belaka. Kalangan istana kepresidenan...

Gel Dubur Cegah AIDS, Rusak Duniaku!!!

SEGALA macam kejahatan, kejelekan, dan keburukan, selalu mengintip jalan kemenangan untuk mengalahkan kebaikan, kedamaian, ketentraman, dan kesucian. Antara kejahatan dan kebaikan, memang ibarat dua sisi mata uang logam. Saling berdekatan, namun tiada bisa bersentuhan. Jarak mereka tipis, namun beda arah dan tujuan. Ketika satu sisi berada di sisi utara yang lain ada di selatan. Ketika yang lain di timur, sisi yang satunya lagi ada di barat. Begitulah mereka selalu bertolak belakang. Sehingga ketika yang satu berada di atas, maka yang lain tertindih di bawahnya. Kejahatan dan kebaikan di planet bumi ini, terus berkejaran untuk saling mendahului. Ada masa-masanya tersendiri bagi kejahatan atau kebaikan untuk “memenangkan” eksistensinya. Kebaikan, tidak pernah berubah bentuk. Dia selalu pada tempatnya dan sebenarnya teramat mudah untuk dilakukan. Sebaliknya, kejahatan, licik dan pandai memanipulasi keadaan. Justru untuk melakukannya seringkali membutuhkan tenaga ekstra dan beaya besar. P...

Maling Teriak Maling

IRONI tengah dipentaskan di negeri ini. Pahlawan kesiangan banyak bermunculan, pahlawan yang datang dari persimpangan jalan demikian pula adanya. Tiba-tiba mereka "memunculkan" dirinya dan berlagak bak pahlawan yang banyak jasanya. Tak ketinggalan pula, orang yang selama ini jelas-jelas merugikan bangsa dan negara, tanpa perlu merasa malu, berani memotong di persimpangan jalan dan tampil seolah bak hero. Bercermin dari sikap Gayus yang dengan percaya diri menawarkan diri menjadi penasihat kepolisian untuk mengungkap korupsi di tanah air, semoga hal itu bukan merupakan gambaran sikap kita selama ini. Bangsa kita, sejak dahulu terkenal sebagai bangsa yang berani bertanggungjawab dan tahu menempatkan diri. Bangsa kita yang terkenal akan senyumannya adalah bangsa yang berani mengakui kesalahannya. Bukan bangsa yang bertindak arogan ketika belangnya terkuak. Namun, berbagai penanganan kasus hukum yang terjadi selama ini, sepertinya justru mengaburkan sikap-sikap luhur yang dipunya...

Kita kah Sang Pemerkosa Alam

PERUBAHAN iklim selalu menjadi isu menarik untuk diperbincangkan di tingkat dunia. Membicarakan iklim, lingkungan, dan tata kehidupan yang sehat berarti peduli kehidupan masa depan. Memang kalau diukur berapalah usia manusia. Kita yang saat ini sibuk memikirkan kehidupan masa depan, barangkali tidakk akan lama lagi menempati dunia ini. Usia kita sungguh terbatas, namun kehidupan di bumi dan tata surya di angkasa, tidaklah kita bisa meramalkannnya. Bisa puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan tahun lagi usianya. Namun, jika kita tidak peduli akan alam ini, berarti pula kita akan memperpendek usia bumi. Memperpendek usia kita sendiri dan anak-cucu kita. Serta yang pasti kita bukan manusia bertanggungjawab. Kita adalah manusia egois yang memikirkan diri sendiri. Manusia yang tak beadab dan berbudaya. Dalam pertemuan G 20, soal perubahan iklim jadi sorotan bersama. Presiden Amerika Serikat Barrack Obama menawarkan kerjasama di bidang pendidikan dan penanganan perubahan iklim dengan Indones...

Andai Gubernur, Istri Walikota

PROSESI Pemilukada (pemilihan umum kepala daerah) di wilayah Riau, sudah ada yang melewati tahap pencoblosan. Dua daerah, yakni Kabupaten Rokan Hulu dan Pelalawan, telah usai coblosan. Sementara beberapa daerah lainnya masih menunggu giliran. Dari sisa tempat atau wilayah geografis yang akan melakukan pemilihan kepala daerahnya, yang diramalkan bakal ramai adalah pemilihan di wilayah kota Pekanbaru. Di Sini akan bertarung istri orang nomor satu Riau, Septina Rusli Zainal, melawan istri orang no satu Pekanbaru, Evie Herman Abdullah. Bisa dibayangkan jika dua ibu “berpengaruh” tersebut berebut kursi empuk di wilayah Pekanbaru. Tentu bakal rammai ceritanya. Tak terpungkiri, diantara Gubernur Riau Rusli Zainal dengan “seniornnya” yang walikota Pekanbaru Herman Abdullah, selama ini muncul gesekan yang makin lama makin menghangat. Herman Abdullah sebenarnya “kakak” Rusli Zainal di kancah politik. Sebagai seorang kakak, selama menjalani roda kehidupan politik, Herman tentu banyak memberikan b...

Belajar Memerangi Rokok hingga ke Negeri China

BERITA mengenai penyakit paru-paru yang diderita Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih, baru-baru ini, menyentak kesadaran kita bersama. Seorang Menkes menderita suatu penyakit, sepertinya suatu hal yang tidak mungkin. Atau anggaplah tidak pantas. Apalagi penyakit tersebut kanker paru-paru. Spontan, penyakit tersebut menjadi "permainan" dunia politik. Banyak tuduhan miring dialamatkan pada Menkes. Bahkan yang teramat menyakitkan, Menkes dituduh sebagai perokok aktif sehingga digerogoti penyakit mematikan tersebut. Di dunia politik, isu mengenai hal itu sangat penting dan perlu untuk membangun image negatif terhadap yang bersangkutan. Dan ujun-ujungnya, dengan isu tersebut, diharapkan suasana politk menjadi gemuruh untuk menjatuhkan lawan politik. Dalam tajuk ini, kita tidak hendak memperdebatkan urusan politik dengan penyakit Menkes. Kita hanya hendak menyoroti soal bahaya merokok kaitannya dengan potensi penyakit paru-paru atau kanker paru-paru. Dan pembicar...

Sahabatku Blogger Bertuah

Selamat pagi rekan-rekan tercinta Salam Tribun,…dan Salam blogger,…. Berbahagia sekali rasanya bisa bergabung dengan rekan-rekan semua dalam dunia “maya” ini. Sobat blogger tercinta semuanya, sungguh rasa syukur tak terperikan kami rasakan saat ini. Akhirnnya impian kita untuk membuat rubrik dan komunitas blogger se-Riau di halaman Tribun Pekanbaru bisa terpenuhi. Dengan rubrik ini, kami berharap tali silaturahmi di antara kita (pra blogger) dapat semakin erat terjalin. Sobat, kami sudah lama sekali merindukan komunitas semacam ini. Kerinduan ini terobati tatkala kami kopi darat dengan rekan-rekan komunitas Blogger Bertuah, beberapa waktu lalu. Tampaknya, impian dan keinginan kami saling bersambut. Harapan kami tidak saling bertepuk sebelah tangan. Kami saling membutuhkann untuk makin mempererat tali persaudaraan di antara kita semua. Bermula dari gagasan mengadakan lomba blog, membuat acara sosial bersama, akhirnya terwujudlah rubrik ini. Rubrik blogger Riau ini kami dedikasikan un...

Lingkaran Setan Kekerasan Seksual

TUBUH kecil Dewa (6) tergolek tak berdaya di halaman Purna MTQ Pekanbaru. Lehernya terluka, seperti diiris benda tajam. Dewa sudah tak bergerak lagi. Tubuhnya sudah menjadi jasad. Dewa lagi-lagi menjadi korban pembunuhan. Dia diduga melengkapi daftar korban aksi sodomi sebelum dibunuh sang pelaku. Kejadian tragis ini memang sudah berlangsung sekitar 2-3 tahun lalu. Namun kejadian itu masih membekas dan meninggalkan trauma serta kekhawatiran tersendiri. Pekanbaru tercatat seringkali menjadi saksi kasus sodomi terhadap bocah. Kasus Dewa sudah pasti bukan yang pertama. Sebelumnya, beberapa anak juga diketahui menjadi korban praktek seks menyimpang ini oleh tetangganya sendiri. Jauh sebelumnya lagi, juga pernah terjadi aksi pembunuhan terhadap bocah, setelah terlebih dahulu bocah tersebut dipaksa untuk disodomi. Kasus penyimpangan seks ini, buntutnya seolah menjadi kebiasaan di Pekanbaru. Sudah banyak anak-anak yang menjadi korban. Kita pun lalu melemparkan tanya, ada apakah dengan kasus ...

Dosen Calo CPNS

LOWONGAN pekerjaan menjadi pegawai negeri sipil, menjadi incaran banyak orang. Di Indonesia, setiap tahunnya, masyarakat pencari kerja selalu berebut untuk mengisi lowongan pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil yang ditawarkan. Saking berminatnya masyarakat, sampai-sampai mereka tidak mempedulikan lagi job atau bidang pekerjaan yang ditawarkan. Asal memenuhi syarat, maka halangan apa pun akan diterobos agar menjadi pegawai negeri. Predikat sebagai pegawai negeri, di tanah air ini, memang seolah menjadi magnet tersendiri. Banyak kalangan yang beranggapan belum bekerja jika belum masuk menjadi pegawai negeri. Dan bagi banyak orang tua, jika sang anak diterima sebagai pegawai negeri merupakan kebanggan tersendiri. Bahkan terkadang seseorang atau orangtua berani berkorban apa saja demi sang anak atau agar dirinya sendiri masuk menjadi pegawai negeri. Upaya dari yang irasional sampai yang rasional pun selalu ditempuh asal menjadi pegawai negeri. Bangsa Indonesia memang juga terkenal sebaga...