Itulah sebutan untuk ibu kita, ketika kita sudah omah-omah atau berumahtangga dan punya anak. Ibu adalah orangtua kita. Dia istrinya ayah kita, papa kita, atau apa pun sebutan lainnnya buat bapak kita. Sebagai oma, nenek, eyang, dan lain-lain, kehadiran ibu kita tentu teramat penting buat anak-anak kita. Tanpa mereka, tentu anak-anak kita tidak akan hadir di dunia ini, karena tanpa mereka kita pun juga pasti tidak ada. Simbah atau nenek, seringkali memberikan ketenteraman dan kedamaian tersendiri bagi anak-anak kita. Kehadiran eyang seringkali menjadi pengayom alternatif, manakala anak-anak butuh tempat mengadu yang lain. Tema mengadu menjadi lebih luas ketimbang saat-saat mengadu kepada kita. Bahkan kita pun tak jarang jadi tema aduan anak-anak. Ungkapan kasih sayang oma atau eyang kepada cucunya, di banyak hal, biasanya lebih besar dibandingkan rasa sayang ibu kepada anaknya. Oma lebih memanja, sedang ibu banyak cerewet atau marahnya. Bahayanya, kemanjaan yan...
Adalah house of art&culture. Rumah seni&budaya, kuliner, serta rumah kehidupan. Omah Kebon, diharap tak hanya jadi rumah mimpi, tapi rumah kasunyatan. Because, se-beruntung2-nya orang yg lupa, masih untung yg slalu ingat&waspada. Ketika sadar kita sering tergagap&terperangah. Ternyata selama ini kita banyak dibuai mimpi. Persoalannya, bagaimana cara mewujudkan mimpi2 itu? I think, biarkan kesadaran membimbing kita. Soo good luck, smg Anda beruntung dlm kehidupan ini.