Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2008

Menjual Diri

thx to romo putra dion atas kiriman fotonya SBY Beriklan, Semua Beriklan, Kita Bagaimana? Oleh: RHR Dodi Sarjana YOU are what your dress. "Pakaian" pada hakikatnya membungkus watak seseorang. Dan kemasan pada ghalibnya menyiratkan kualitas produk yang dikandungnya. PERSOALAN kemas-mengemas diri, akhir-akhir ini tidak hanya menjadi monopoli dunia bisnis saja. Kegiatan yang biasanya dilakukan para pengusaha itu, kini juga menjadi tren di kalangan pejabat, politisi, tokoh, dan orang awam yang ingin menjadi tokoh. Semua pasti mahfum, bahwa itu semua gara-gara, saat ini, mendekati masa-masa unjuk diri menjelang Pemilu 2009. Tidak hanya yang akan mencalonkan diri jadi presiden yang "beredar" di relung-relung hati masyarakat Indonesia, yang berkehendak menjadi calon legislatif (caleg) pun juga berbondong- bondong mempercantik penampilan agar pas dan pantes di hadapan rakyat yang akan diwakilinya. Jika sang pengusaha atau produsen mempercantik produk barunya dengan kemasan...

Apalah Arti Sebuah Nama

SBY (baca:Esbeyes) atau Es Mencair   Oleh: RHR Dodi Sarjana SUPERMAN, manusia atau laki-laki dengan kekuatan super hebat. Dalam keseharian kita kata itu seringkali diplesetkan menjadi Suparman. Padahal dalam khasanah Jawa, Su artinya baik, jadi bisa saja maksudnya jadilah Parman yang baik. Lalu Parman sendiri artinya apa ya? Itulah rahasia di balik nama seseorang. MENGUTIP sepenggal dialog Romeo and Juliet karya sastrawan besar William Shakespeare, "apalah arti sebuah nama," kebanyakan orang, (lagi-lagi) memplesetkan (sengaja) dan ada juga yang terpeleset (tak sengaja), pendapat pujangga dunia itu. Dalam suasana setengah bercanda, jika ada sesuatu yang dirasa tidak pas, orang kerap melempar pertanyaan, ah apalah arti sebuah nama? Nama tidak penting. Jamak memang, ketika dalam perdebatan-perdebatan ringan maupun besar, terkadang pendapat tersebut dicuplik khalayak untuk mendramatisasi perdebatan yang muncul. Sementara yang lain mengutipnya agar dicap tidak ketinggalan wawasan,...

Catatan Kehidupan

Tayangan Ulang Kehidupan (Thanks to Hendro "Lentho" Rumpoko yang telah mengirimkan artikel ini) SEPERTI biasa, adik saya, rajin mengirimkan email persoalan kehidupan ke email saya. Perhatiannya begitu besar terhadap upaya olah rasa dan karsa (hati dan tindakan) agar dalam menjalani kehidupan ini penuh tuaian keseimbangan. Email yang dia kirimkan, Kamis (14/8/08) sore, memberikan sentuhan lain ke hati saya. Mencuil sepotong artikel James Redfield dari buku THE CELESTINE VISION dia mencubit kesadaran saya lagi tentang arti perjalanan kehidupan. Artikel itu makin menguatkan saya bahwa hidup tidak sekedar singgah untuk minum (urip ora mung mampir ngombe). Tapi hidup memang harus benar-benar dimaknai agar lebih "hidup" di kehidupan di kemudian hari. Dunia-akhirat. Berikut kutipan artikel tersebut: TAYANGAN Ulang Kehidupan adalah salah satu aspek paling memukau dari pengalaman menjelang kematian. Biasanya, banyak orang yang mengaku melihat seluruh kehidupan mereka melinta...

Makna Nomor

Makna Nomor dan Aura Pemimpin Oleh: RHR Dodi Sarjana Satu jumpa satu, dua jadinya. Dua yang setuju bersatu jadinya. Semua bersatu, mari membangun negeri ANGKA. Diyakini banyak orang membawa makna. Angka satu tentu berbeda dengan angka sembilan atau angka sepuluh yang kalau ditulis sebenarnya tetap mengandung angka satu (satu dan nol/1 & 0 = 10). Angka kecil, kata semua orang di dunia, menunjukkan urutan terbaik. Sang juara disebut nomor satu. Juara setelah nomor tiga, selalu disebut juara harapan. Begitu seterusnya, dan yang keberuntunganya "kecil" seringkali hanya disebut masuk sepuluh besar atau lima besar. Itu baru soal urutan, belum lagi kalau "dihitung" secara njlimet ala nuansa paragnos atawa supranatural. Persoalannya pasti berbeda dan lebih berwarna lagi. Macam-macam penafsiran akan muncul terkait angka-angka tersebut. Angka satu bisa dimaknai satu rasa, manunggal, punya pendirian. Angka dua, dari sisi positifnya juga mengandung kebaikannya sendiri. Dua...

NgosekAti

Mencari Kebenaran dari Sejarah o leh : RHR Dodi Sarjana Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawannya JAS MERAH. Jangan sekali-kali meningalkan sejarah. Akronim itu begitu populernya sejak dilontarkan proklamator kemerdekaan Indonesia Soekarno, hingga saat ini. Apa yang menjadi harapan Soekarno dengan Jas Merah-nya cukup jelas, bahwa sebagai manusia yang mencintai hidup kita tidak bisa meninggalkan masa lalu. Tentu maksudnya bukanlah sekadar untuk bernostalgia. Namun dengan mengingat, mengenang, dan melakukan perjalanan kembali ke masa lalu, kita bisa belajar mengenai kehidupan dan hidup untuk menyongsong kehidupan ke depan agar lebih baik lagi. Dengan melihat jejak langkah ke belakang, kita bisa mengetahui kesalahan yang pernah kita goreskan sekaligus bisa merunut kesuksesan, keberhasilan atau kebaikan yang telah kita torehkan bersama. Melihat kesalahan dan kegagalan, sudah pasti bukan untuk menyesalinya dan menangisinya. Melihat kesalahan adalah untuk bel...