Cer-peli (cerita pendek sekali) Aku sedih dan bingung, setiap kali melihat suamiku murung, diam lama-lama, lalu tiba-tiba teriak-teriak sendiri. Tak jelas apa yang dikatakannya. Habis itu menangis, melolong sambil memegangi kepala. Menjambaki rambutnya sendiri. Mungkin sudah hampir belasan tahun dia berperilaku seperti itu. Hari-harinya banyak dihabiskan dengan non gkrong di belakang rumah sambil memeloti kliping guntingan koran-koran lama. Berulangkali dia ingin membongkar rahasia kelam hidupnya. Namun selalu gagal. Dia ingin mengurai kerisauan hatinya, dia ingin mencuci dan menebus dosanya dengan mengaku, tapi mereka-mereka justru menghalanginya. Kepadaku, dia tidak cerita banyak. Secuil dia hanya sempat mengatakan, "Ma...aku telah melakukan dosa besar. Bantulah aku dengan doamu." Hingga kini, pikiranku selalu digelayuti seribu pertanyaan, usai mengantarnya melapor, sebelum dia tak bisa diajak komunikasi lagi seperti saat ini. Yah, samalah aku dengan dia. Sama-sama menanggu...
Adalah house of art&culture. Rumah seni&budaya, kuliner, serta rumah kehidupan. Omah Kebon, diharap tak hanya jadi rumah mimpi, tapi rumah kasunyatan. Because, se-beruntung2-nya orang yg lupa, masih untung yg slalu ingat&waspada. Ketika sadar kita sering tergagap&terperangah. Ternyata selama ini kita banyak dibuai mimpi. Persoalannya, bagaimana cara mewujudkan mimpi2 itu? I think, biarkan kesadaran membimbing kita. Soo good luck, smg Anda beruntung dlm kehidupan ini.