Cer-peli (cerita pendek sekali)
Merdeka!
Saudara sebangsa dan setanahair, ijinken pertama-tama, saya mengucapken tahniah dan salam sejahtera untuk kita semua.
Setelah sekian puluh tahun, perjalanan dan pencapaian kita semua, hari ini, bisa saya sebutken kita sukses luar biasa menunjuken hasil yang gilang-gemilang.
Pertumbuhan sektor ekonomi kita, sudah menyalip sekian digit bangsa-bangsa tetangga. Tatanan sosial masyarakat kita sudah sedemikian rupa tertata, sehingga tidak ada lagi kelas-kelas miskin dan terisolir. Semua sudah merata.
Di bidang hukum, kita juga sudah mampu berpegang teguh pada kebenaran dan azas keadilan. Semua pada melek hukum, semua sudah taat hukum.
Kriminalitas boleh dikata sudah punah. Kita juga sudah mencapai prestasi 'zero corruption'. Sehingga dalam beberapa tahun belakangan, sudah tidak pernah terdengar lagi ada hukuman mati atas koruptor.
Koruptor sudah habis, dan budaya korupsi sudah mampu kita balikken menjadi budaya menyumbang pada negara. Hasil sumbangan, di luar pajak tersebut, kita pergunaken membangun kualitas sumber daya manusia.
Karnanya saudara, tidak ada lagi yang namanya pengangguran. Tidak ada lagi yang namanya anak tidak sekolah. Semua bahkan berhasil mencapai tingkat pendidikan tertinggi di perguruan tinggi, dan sebagian besar berhasil sukses menjadi wiraswasta.
Saudara sebangsa setanahair, rasanya saya tidak perlu terlalu panjang berpidato. Singkat kata, selamat merdeka lahir batin.
Mari kita pertahanken prestasi yang telah kita capai. Mari kita tingkatken kualitas bangsa ini menjadi lebih baik lagi. Kita tingkatken bangsa ini menjadi kekuatan nomor satu di dunia.
Dengan motto tidak banyak cakap, tapi banyak bekerja dan beraktivitas, tidak suka berpolitik praktis tapi giat menyumbangken tenaga dan pikiran, saya akhiri pidato kemerdekaan ini.
Sekali lagi,
Merdeka!
Jakarta, 17 Agustus 2053
Salam Hangat
dari Saya Presiden kalian
yang tercinta
Merdeka!
Saudara sebangsa dan setanahair, ijinken pertama-tama, saya mengucapken tahniah dan salam sejahtera untuk kita semua.
Setelah sekian puluh tahun, perjalanan dan pencapaian kita semua, hari ini, bisa saya sebutken kita sukses luar biasa menunjuken hasil yang gilang-gemilang.
Pertumbuhan sektor ekonomi kita, sudah menyalip sekian digit bangsa-bangsa tetangga. Tatanan sosial masyarakat kita sudah sedemikian rupa tertata, sehingga tidak ada lagi kelas-kelas miskin dan terisolir. Semua sudah merata.
Di bidang hukum, kita juga sudah mampu berpegang teguh pada kebenaran dan azas keadilan. Semua pada melek hukum, semua sudah taat hukum.
Kriminalitas boleh dikata sudah punah. Kita juga sudah mencapai prestasi 'zero corruption'. Sehingga dalam beberapa tahun belakangan, sudah tidak pernah terdengar lagi ada hukuman mati atas koruptor.
Koruptor sudah habis, dan budaya korupsi sudah mampu kita balikken menjadi budaya menyumbang pada negara. Hasil sumbangan, di luar pajak tersebut, kita pergunaken membangun kualitas sumber daya manusia.
Karnanya saudara, tidak ada lagi yang namanya pengangguran. Tidak ada lagi yang namanya anak tidak sekolah. Semua bahkan berhasil mencapai tingkat pendidikan tertinggi di perguruan tinggi, dan sebagian besar berhasil sukses menjadi wiraswasta.
Saudara sebangsa setanahair, rasanya saya tidak perlu terlalu panjang berpidato. Singkat kata, selamat merdeka lahir batin.
Mari kita pertahanken prestasi yang telah kita capai. Mari kita tingkatken kualitas bangsa ini menjadi lebih baik lagi. Kita tingkatken bangsa ini menjadi kekuatan nomor satu di dunia.
Dengan motto tidak banyak cakap, tapi banyak bekerja dan beraktivitas, tidak suka berpolitik praktis tapi giat menyumbangken tenaga dan pikiran, saya akhiri pidato kemerdekaan ini.
Sekali lagi,
Merdeka!
Jakarta, 17 Agustus 2053
Salam Hangat
dari Saya Presiden kalian
yang tercinta
Komentar