
SEGALA macam kejahatan, kejelekan, dan keburukan, selalu mengintip jalan kemenangan untuk mengalahkan kebaikan, kedamaian, ketentraman, dan kesucian.
Antara kejahatan dan kebaikan, memang ibarat dua sisi mata uang logam. Saling berdekatan, namun tiada bisa bersentuhan. Jarak mereka tipis, namun beda arah dan tujuan. Ketika satu sisi berada di sisi utara yang lain ada di selatan. Ketika yang lain di timur, sisi yang satunya lagi ada di barat.
Begitulah mereka selalu bertolak belakang. Sehingga ketika yang satu berada di atas, maka yang lain tertindih di bawahnya.
Kejahatan dan kebaikan di planet bumi ini, terus berkejaran untuk saling mendahului. Ada masa-masanya tersendiri bagi kejahatan atau kebaikan untuk “memenangkan” eksistensinya.
Kebaikan, tidak pernah berubah bentuk. Dia selalu pada tempatnya dan sebenarnya teramat mudah untuk dilakukan. Sebaliknya, kejahatan, licik dan pandai memanipulasi keadaan. Justru untuk melakukannya seringkali membutuhkan tenaga ekstra dan beaya besar.
Pepatah atau petuah bahwa beaya masuk surga lebih murah ketimbang beaya masuk neraka, adalah benar adanya. Contoh mudah, perilaku selingkuh tentu membutuhkan duit/uang banyak dan tenaga ekstra ketimbang upaya menegakkan kesetiaan pada suami atau istri.
Banyak macam penyakit yang muncul di tengah-tengah kehidupan manusia gara-gara ulah kejahatan atau pikiran jahat atau pikiran setan. Penyakit kelamin misalnya, dari yang sederhana, kompleks, hingga mematikan seringkali lahir karena ulah jahat manusia sendiri.
Penyakit kelamin bermetamorfosa menjadi menakutkan karena ketidakpuasan manusia. Saat ini, penyakit yang berkaitan dengan kelamin yang paling mematikan adalah HIV/AIDS. Penyakit ini, dalam banyak kasus, ditularkan lewat perilaku seks menyimpang; gonta-ganti pacar atau lewat hubungan anal.
Manusia memang sempat takut ganti-ganti pasangan dan berperilaku seks menyimpang. Namun itu hanya sebentar. Setelah kaget dan takutnya hilang, manusia kembali menekuni perbutan menuju jalan neraka tersebut.
Dan hebatnya “ulah” manusia lagi, dengan berkedok kemajuan dunia kedokteran, telah ditemukan sebuah gel atau obat yang mampu melindungi ulah jahat saat bergonta-ganti pasangan atau ber-anal ria dari ancaman HIV/AIDS.
Adalah Fakultas Kedokteran John Hopkins di Amerika Serikat, lewat sebuah penelitiannya, mampu membuktikan kehebatan sebuah gel, yang ketika dioleskan ke (maaf) alat kelamin wanita, vagina, atau ke liang dubur akan membuat yang bersangkutan aman dari ancaman HIV/AIDS.
Gel yang mengandung tenofovir, sejenis obat antiretroviral/obat AIDS, mampu melindungi jaringan rectum atau usus yang terhubung dengan anus dari HIV atau virus AIDS. Disebutkan reuters, telah dilakukan pengecekan atas jaringan biopsy rectum dari pria dengan HIV negative dan wanita yang menggunakan produk tersebut sekali seminggu.
Hasilnya, terbukti gel tenofovir mampu mengurangi resiko tertular atau terjangkiti HIV akibat hubungan menyimpang lewat dubur atau anus, tidak seperti obat tenofovir kapsul yang ditelan lewat mulut.
Selama ini, resiko terjangkiti HIV/AIDS gara-gara hubungan seks anal tanpa kondom adalah 20 kali lebih besar dibandingkan seks “normal” lewat vaginal. Hal ini dikarenakan rectum di sekitar anus, memiliki jaringan sel lebih tipis dibandingkan vagina.
Sekarang terserah Anda, mau naik kendaraan ke jurusan mana? Kalau mau murah tapi fasilitas kendaraannya nyaman dan enak langsung ke tujuan yang enak dan nyaman pula, Anda tidak usah lama-lama berpikir, tinggal pilih saja.
Namun kalau mau yang enggak-enggak dan bersensasi yang enggak-enggak pula, silakan siapkan tenaga serta beaya ekstra, dan langsung saja melompat ke bara api neraka dunia-akherat. ****
(foto:tribunnews.com)
Komentar