Langsung ke konten utama

Gel Dubur Cegah AIDS, Rusak Duniaku!!!


SEGALA macam kejahatan, kejelekan, dan keburukan, selalu mengintip jalan kemenangan untuk mengalahkan kebaikan, kedamaian, ketentraman, dan kesucian.
Antara kejahatan dan kebaikan, memang ibarat dua sisi mata uang logam. Saling berdekatan, namun tiada bisa bersentuhan. Jarak mereka tipis, namun beda arah dan tujuan. Ketika satu sisi berada di sisi utara yang lain ada di selatan. Ketika yang lain di timur, sisi yang satunya lagi ada di barat.
Begitulah mereka selalu bertolak belakang. Sehingga ketika yang satu berada di atas, maka yang lain tertindih di bawahnya.
Kejahatan dan kebaikan di planet bumi ini, terus berkejaran untuk saling mendahului. Ada masa-masanya tersendiri bagi kejahatan atau kebaikan untuk “memenangkan” eksistensinya.
Kebaikan, tidak pernah berubah bentuk. Dia selalu pada tempatnya dan sebenarnya teramat mudah untuk dilakukan. Sebaliknya, kejahatan, licik dan pandai memanipulasi keadaan. Justru untuk melakukannya seringkali membutuhkan tenaga ekstra dan beaya besar.
Pepatah atau petuah bahwa beaya masuk surga lebih murah ketimbang beaya masuk neraka, adalah benar adanya. Contoh mudah, perilaku selingkuh tentu membutuhkan duit/uang banyak dan tenaga ekstra ketimbang upaya menegakkan kesetiaan pada suami atau istri.
Banyak macam penyakit yang muncul di tengah-tengah kehidupan manusia gara-gara ulah kejahatan atau pikiran jahat atau pikiran setan. Penyakit kelamin misalnya, dari yang sederhana, kompleks, hingga mematikan seringkali lahir karena ulah jahat manusia sendiri.
Penyakit kelamin bermetamorfosa menjadi menakutkan karena ketidakpuasan manusia. Saat ini, penyakit yang berkaitan dengan kelamin yang paling mematikan adalah HIV/AIDS. Penyakit ini, dalam banyak kasus, ditularkan lewat perilaku seks menyimpang; gonta-ganti pacar atau lewat hubungan anal.
Manusia memang sempat takut ganti-ganti pasangan dan berperilaku seks menyimpang. Namun itu hanya sebentar. Setelah kaget dan takutnya hilang, manusia kembali menekuni perbutan menuju jalan neraka tersebut.
Dan hebatnya “ulah” manusia lagi, dengan berkedok kemajuan dunia kedokteran, telah ditemukan sebuah gel atau obat yang mampu melindungi ulah jahat saat bergonta-ganti pasangan atau ber-anal ria dari ancaman HIV/AIDS.
Adalah Fakultas Kedokteran John Hopkins di Amerika Serikat, lewat sebuah penelitiannya, mampu membuktikan kehebatan sebuah gel, yang ketika dioleskan ke (maaf) alat kelamin wanita, vagina, atau ke liang dubur akan membuat yang bersangkutan aman dari ancaman HIV/AIDS.
Gel yang mengandung tenofovir, sejenis obat antiretroviral/obat AIDS, mampu melindungi jaringan rectum atau usus yang terhubung dengan anus dari HIV atau virus AIDS. Disebutkan reuters, telah dilakukan pengecekan atas jaringan biopsy rectum dari pria dengan HIV negative dan wanita yang menggunakan produk tersebut sekali seminggu.
Hasilnya, terbukti gel tenofovir mampu mengurangi resiko tertular atau terjangkiti HIV akibat hubungan menyimpang lewat dubur atau anus, tidak seperti obat tenofovir kapsul yang ditelan lewat mulut.
Selama ini, resiko terjangkiti HIV/AIDS gara-gara hubungan seks anal tanpa kondom adalah 20 kali lebih besar dibandingkan seks “normal” lewat vaginal. Hal ini dikarenakan rectum di sekitar anus, memiliki jaringan sel lebih tipis dibandingkan vagina.
Sekarang terserah Anda, mau naik kendaraan ke jurusan mana? Kalau mau murah tapi fasilitas kendaraannya nyaman dan enak langsung ke tujuan yang enak dan nyaman pula, Anda tidak usah lama-lama berpikir, tinggal pilih saja.
Namun kalau mau yang enggak-enggak dan bersensasi yang enggak-enggak pula, silakan siapkan tenaga serta beaya ekstra, dan langsung saja melompat ke bara api neraka dunia-akherat. ****


(foto:tribunnews.com)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pulang ke Rumah

Rumah Masa Depan Bukan di Kuburan Oleh: RHR Dodi Sarjana Jika ingin bersendiri tanpa bersepi Jika ingin hening di tengah bising yang mati Jika terus ingin lari lalu selalu rindu kembali Jika ingin tempat menetap tanpa tersekap jawablah: kepadamukah kumesti pergi? SEORANG penyair, yang mantan dosen Fakultas Satra Inggris UGM Yogyakarta, Landung R. Simatupang, memaknai hakikat rumah dengan goresan puisinya seperti dituliskannya di atas. Landung memang memberi judul pusinya dengan satu kata, Rumah. Namun Landung masih sangsi akan ketentraman yang ditawarkan rumah. Adakah tempat lain, selain rumah, yang bisa memberi silih atau obat ketika hati ini merana? Benarkah hanya rumah, satu-satunya tempat yang mampu memberikan kenyaman di kala hati gundah? Tentu jawaban yang muncul akan sangat debatable. Sangat bisa dibantah dan tergantung suasana hati masing-masing individu. Namun harus diakui, dari rumah lah, kerangka psikologis seseorang terbangun. Suasana rumah, kehidupan rumah, dan geliat hidu...

Memilih Cara Kematian

Ajal yang Menakutkan Oleh: RHR Dodi Sarjana SEANDAINYA Anda menjadi terpidana mati... Besok Anda akan dieksekusi... Sebagai penghormatan terakhir atas "identitas" kemanusiaan Anda, Anda diberi kebebasan untuk memilih cara menempuh kematian tersebut. Cara apa kira-kira yang menjadi pilihan Anda? MENGHADAPI ajal tentu bukanlah persoalan sepele dan ringan. Sebagai manusia yang masih suka bergulat dengan dunia keduniawiaan, manusia yang belum bisa melihat hakikat kehidupan, hakikat bahwa kita semua adalah pancaran sinar-Nya, berhadapan dengan kematian adalah menakutkan. Kalau ditanya kapan kamu mau mati? Sudah siapkah kamu menghadapi elmaut sang pencabut nyawa? Tentu kita tidak akan pernah mengatakan siap! Hanya orang-orang tertentu saja yang dengan senyum keiklhasan menyatakan rela dijemput maut. Hanya orang-orang yang bisa merasakan hakikat keesaan Ilahi dalam dirinyalah yang dengan sukarela mau tereliminasi dan pergi ke alam kelanggengan (keabadian). Mati, sebenarnya bukanl...

Ribut Benjut, Kalah Menang tetep Senang

Indahnya Coblosan di Bulan Puasa Oleh: RHR Dodi Sarjana Damaiku, Damaimu. Damai di aku semoga juga menular damai di dirimu. Damai di dunia, pasti juga akan damai di akherat. MARHABAN, ya Ramadhan. Bulan suci Ramadhan telah beberapa hari kita lalui bersama. Umat Islam di seluruh dunia, selama satu bulan penuh melakukan kegiatan ibadah yang amat mulia untuk memerangi segala perbuatan mungkar dan maksiat. Di bulan ini, kita wajib menahan dan mengendalikan diri secara lahir dan batin. Secara lahiriah, kita harus menahan diri dengan tidak makan, tidak minum, dan berhubungan badan di siang hari. Karena itu, substansi ibadah puasa di bulan Ramadhan biasanya sering disebut sebagai pengendalian diri. Puasa atau Ramadhan, di tanah air kita, selalu ditandai dengan sikap antusiasme dan sukacita masyarakat. Di negara kita dan juga negara-negara lain, puasa tidak hanya sebatas dijalani sebagai hari penyucian kembali, namun juga proses hidup baru. Di beberapa wilayah di tanah air, bulan puasa juga me...