Langsung ke konten utama

Presiden Jangan Hanya Kirim Bantahan Kosong


PEMBERITAAN "Yudhoyono Abused Power" yang dilansir harian The Age dan The Sydney Morning Herald, Jumat (11/3), mengusik rasa penasaran banyak pihak. Sebagai warga yang memiliki sang Presiden, kita tentu terganggu dengan pemberitaan tersebut.

Bagaimana pun juga, pemberitaan yang terkesan "tendensius" tersebut akan mempengaruhi kredibiltas bangsa Indonesia secara keseluruhan. Terlepas bahwa pemberitaan tersebut bersifat "pribadi" terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), akan tetapi hal itu bisa saja akan menjadi cerminan bangsa ini.

Bukan tidak mungkin orang asing akan melihat bahwa peribadi bangsa Indonesia terwakili oleh pemimpinnya. Ketika banyak pemimpin bangsa ini menempuh jalan tidak sehat saat berkuasa, maka kualitas bangsa tersebut tidaklah jauh dari para pemimpin yang ada.

Adanya berita penyalahgunaan kekuasaan, tentulah tidak bisa dilawan hanya dengan statemen bahwa pemberitaan tersebut hanya gosip belaka. Kalangan istana kepresidenan menyebut, tuduhan-tuduhan yang dipaparkan harian tersebut tak lebih dari informasi yang belum diverifikasi.

Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan, informasi berita disebutkan dari Amerika Serikat. Namun, katanya, berdasarkan komunikasi dengan Kedubes AS selama ini, dikatakan bahwa informasi yang disampaikan itu lebih banyak informasi yang mentah dan belum diolah.

Informasi tersebut, menurut pihak Amerika Serikat, perlu dikirimkan hanya untuk sekadar diketahui, sementara kandungan dari informasi itu masih sangat sumir, ungkap Faizasyah. Benarkah? Tentu butuh klarifikasi yang lebih mendalam.

Paling tidak, tanggapan atas berita tersebut, sebaiknya tidak hanya lempar statement "kosong". Pemerintah perlu membuat semacam somasi dengan dilengkapi klarifikasi tokoh-tokoh yang menjadi obyek pemberitaan serta bukti-bukti otentik lainnya.

The Age dan The Sydney Morning Herald, memperoleh data dari kawat-kawat diplomatik AS yang diberikan WikiLeaks. Data-data yang dikirim secara khusus tersebut menyatakan bahwa Yudhoyono secara pribadi telah campur tangan memengaruhi jaksa dan hakim demi melindungi tokoh-tokoh politik korup dan menekan musuh-musuhnya serta menggunakan badan intelijen negara demi memata-matai saingan politik dan, setidaknya, seorang menteri senior dalam pemerintahannya sendiri.

Dalam kawat-kawat itu juga dirinci bagaimana mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Desember 2004 dilaporkan telah membayar jutaan dollar AS sebagai uang suap agar bisa memegang kendali atas Partai Golkar. Dalam kawat-kawat itu juga diungkapkan bahwa istri Presiden, Kristiani Herawati, dan keluarga dekatnya ingin memperkaya diri melalui koneksi politik mereka.

Bantahan "kosong" pihak istana, hanya akan menambah buruk citra pemerintah serta bangsa Indonesia saja. Pihak istana harus bisa membuktikan bahwa isi kawat diplomatik yang dibocorkan WikiLeaks dan diterbitkan dua harian di Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age, tidak benar.

Presiden SBY dan tokoh-tokoh yang disebut di dalam pemberitaan tersebut harus serius menanggapi agar semuanya jelas bagi masyarakat. Masyarakat perlu diyakinkan bahwa berita tersebut tidak benar agar tingkat kepercayaan masyarakat tidak mengalami penurunan tajam.

Bila perlu, secara bersama-sama, para tokoh yang disebut di dalam pemberitaan tersebut melakukan klarifikasi hingga ke pemerintahan AS. Kita sepakat, pengungkapan informasi rahasia yang tidak sah oleh WikiLeaks berimplikasi tidak saja pada nyawa dari individu yang disebutkan dalam bahaya, tetapi juga bagi hubungan AS dengan Indonesia, serta rakyat Indonesia secara keseluruhan. ****

(foto: internet)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pulang ke Rumah

Rumah Masa Depan Bukan di Kuburan Oleh: RHR Dodi Sarjana Jika ingin bersendiri tanpa bersepi Jika ingin hening di tengah bising yang mati Jika terus ingin lari lalu selalu rindu kembali Jika ingin tempat menetap tanpa tersekap jawablah: kepadamukah kumesti pergi? SEORANG penyair, yang mantan dosen Fakultas Satra Inggris UGM Yogyakarta, Landung R. Simatupang, memaknai hakikat rumah dengan goresan puisinya seperti dituliskannya di atas. Landung memang memberi judul pusinya dengan satu kata, Rumah. Namun Landung masih sangsi akan ketentraman yang ditawarkan rumah. Adakah tempat lain, selain rumah, yang bisa memberi silih atau obat ketika hati ini merana? Benarkah hanya rumah, satu-satunya tempat yang mampu memberikan kenyaman di kala hati gundah? Tentu jawaban yang muncul akan sangat debatable. Sangat bisa dibantah dan tergantung suasana hati masing-masing individu. Namun harus diakui, dari rumah lah, kerangka psikologis seseorang terbangun. Suasana rumah, kehidupan rumah, dan geliat hidu...

Memilih Cara Kematian

Ajal yang Menakutkan Oleh: RHR Dodi Sarjana SEANDAINYA Anda menjadi terpidana mati... Besok Anda akan dieksekusi... Sebagai penghormatan terakhir atas "identitas" kemanusiaan Anda, Anda diberi kebebasan untuk memilih cara menempuh kematian tersebut. Cara apa kira-kira yang menjadi pilihan Anda? MENGHADAPI ajal tentu bukanlah persoalan sepele dan ringan. Sebagai manusia yang masih suka bergulat dengan dunia keduniawiaan, manusia yang belum bisa melihat hakikat kehidupan, hakikat bahwa kita semua adalah pancaran sinar-Nya, berhadapan dengan kematian adalah menakutkan. Kalau ditanya kapan kamu mau mati? Sudah siapkah kamu menghadapi elmaut sang pencabut nyawa? Tentu kita tidak akan pernah mengatakan siap! Hanya orang-orang tertentu saja yang dengan senyum keiklhasan menyatakan rela dijemput maut. Hanya orang-orang yang bisa merasakan hakikat keesaan Ilahi dalam dirinyalah yang dengan sukarela mau tereliminasi dan pergi ke alam kelanggengan (keabadian). Mati, sebenarnya bukanl...

Ribut Benjut, Kalah Menang tetep Senang

Indahnya Coblosan di Bulan Puasa Oleh: RHR Dodi Sarjana Damaiku, Damaimu. Damai di aku semoga juga menular damai di dirimu. Damai di dunia, pasti juga akan damai di akherat. MARHABAN, ya Ramadhan. Bulan suci Ramadhan telah beberapa hari kita lalui bersama. Umat Islam di seluruh dunia, selama satu bulan penuh melakukan kegiatan ibadah yang amat mulia untuk memerangi segala perbuatan mungkar dan maksiat. Di bulan ini, kita wajib menahan dan mengendalikan diri secara lahir dan batin. Secara lahiriah, kita harus menahan diri dengan tidak makan, tidak minum, dan berhubungan badan di siang hari. Karena itu, substansi ibadah puasa di bulan Ramadhan biasanya sering disebut sebagai pengendalian diri. Puasa atau Ramadhan, di tanah air kita, selalu ditandai dengan sikap antusiasme dan sukacita masyarakat. Di negara kita dan juga negara-negara lain, puasa tidak hanya sebatas dijalani sebagai hari penyucian kembali, namun juga proses hidup baru. Di beberapa wilayah di tanah air, bulan puasa juga me...