Langsung ke konten utama

Sahabatku Blogger Bertuah



Selamat pagi rekan-rekan tercinta
Salam Tribun,…dan
Salam blogger,….
Berbahagia sekali rasanya bisa bergabung dengan rekan-rekan semua dalam dunia “maya” ini. Sobat blogger tercinta semuanya, sungguh rasa syukur tak terperikan kami rasakan saat ini. Akhirnnya impian kita untuk membuat rubrik dan komunitas blogger se-Riau di halaman Tribun Pekanbaru bisa terpenuhi.
Dengan rubrik ini, kami berharap tali silaturahmi di antara kita (pra blogger) dapat semakin erat terjalin. Sobat, kami sudah lama sekali merindukan komunitas semacam ini. Kerinduan ini terobati tatkala kami kopi darat dengan rekan-rekan komunitas Blogger Bertuah, beberapa waktu lalu.
Tampaknya, impian dan keinginan kami saling bersambut. Harapan kami tidak saling bertepuk sebelah tangan. Kami saling membutuhkann untuk makin mempererat tali persaudaraan di antara kita semua.
Bermula dari gagasan mengadakan lomba blog, membuat acara sosial bersama, akhirnya terwujudlah rubrik ini. Rubrik blogger Riau ini kami dedikasikan untuk kita semua para blogger; baik simpatisan, supporter, pemula, maupun dedengkot blogger.
Kolom ini terbuka untuk berbagai gagasan para blogger bagi komunitasnya maupun pembaca Tribun secara umum. Tulisan yang hendak disajikan bisa bertema atau gagasan apa pun juga, alias bebas. Bisa berupa curhat, sharing, bagi-bagi ilmu, ajakan berbuat baik lewat kegiatan sosial, atau tema-tema lain yang bisa member inspirasi positif bagi sesama di mana pun berada.
Sebagai seorang blogger, kita tentu setuju kalau persahabatan kita tidak dibatasi oleh area atau kepentingan geografi saja. Sebagai seorang blogger kita adalah mahluk ‘bebas’, multidimensional, menembus dunia tanpa batas.
Namun, dengan kemerdekaan itu, bukan berarti kita lalu bisa berbuat seenaknya. Berkata-kata dan menulis sekenanya. Tulisan yang disajikan hendaknya tetap mengandung kesopansantunan, tidak mengadu domba, tak bermuatan SARA atau menghina seseorang maupun kelompok.
Lewat tulisan yang dipajang di Tribun edisi cetak maupun portal, kita juga bisa saling lebih mengenal satu diantara lain. Kita bisa menularkan virus kebaikan demi kemajuan daerah kita, sejalan dengan pepatah ; di mana bumi dipijak di situlah langit harus dijunjung.
Rekan dan sahabat blogger semuanya, dalam perkembangan dunia komunikasi, blog mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat. Kemajuan teknologi telah menempatkan tulisan yang disajikan lewat blog menjadi alternatif bacaan dan sumber berita.
Kami berharap dengan tamppilan blog rekan-rekan semua di Tribun Pekanbaru edisi cetak dan portal, akan menambah kazanah kekayaan sumber bacaan di Bumi Lancang Kuning ini.
Dengan ngeblog, mari kita bersama-sama memperkenalkan kekayaan Riau. Mari bersama-sama “membangun” provinsi tercinta ini agar makin bersinar di antara wilayah lain di Republik Indonesia.
Bahkan dengan semangat nasionalisme yang besar, mari kita wujudkan Riau sebagi pusat kebudayaan Melayu lewat dunia “maya” yang kita geluti.
Akhirul kata selamat ngeblog dan selamat bersua di dunia “maya”, dunia internet, dunia masa depan. Sukses buat kita semua.
Salam Tribun dan salam blogger……..
dodi sarjana

(foto:www.bertuah.org)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pulang ke Rumah

Rumah Masa Depan Bukan di Kuburan Oleh: RHR Dodi Sarjana Jika ingin bersendiri tanpa bersepi Jika ingin hening di tengah bising yang mati Jika terus ingin lari lalu selalu rindu kembali Jika ingin tempat menetap tanpa tersekap jawablah: kepadamukah kumesti pergi? SEORANG penyair, yang mantan dosen Fakultas Satra Inggris UGM Yogyakarta, Landung R. Simatupang, memaknai hakikat rumah dengan goresan puisinya seperti dituliskannya di atas. Landung memang memberi judul pusinya dengan satu kata, Rumah. Namun Landung masih sangsi akan ketentraman yang ditawarkan rumah. Adakah tempat lain, selain rumah, yang bisa memberi silih atau obat ketika hati ini merana? Benarkah hanya rumah, satu-satunya tempat yang mampu memberikan kenyaman di kala hati gundah? Tentu jawaban yang muncul akan sangat debatable. Sangat bisa dibantah dan tergantung suasana hati masing-masing individu. Namun harus diakui, dari rumah lah, kerangka psikologis seseorang terbangun. Suasana rumah, kehidupan rumah, dan geliat hidu...

Memilih Cara Kematian

Ajal yang Menakutkan Oleh: RHR Dodi Sarjana SEANDAINYA Anda menjadi terpidana mati... Besok Anda akan dieksekusi... Sebagai penghormatan terakhir atas "identitas" kemanusiaan Anda, Anda diberi kebebasan untuk memilih cara menempuh kematian tersebut. Cara apa kira-kira yang menjadi pilihan Anda? MENGHADAPI ajal tentu bukanlah persoalan sepele dan ringan. Sebagai manusia yang masih suka bergulat dengan dunia keduniawiaan, manusia yang belum bisa melihat hakikat kehidupan, hakikat bahwa kita semua adalah pancaran sinar-Nya, berhadapan dengan kematian adalah menakutkan. Kalau ditanya kapan kamu mau mati? Sudah siapkah kamu menghadapi elmaut sang pencabut nyawa? Tentu kita tidak akan pernah mengatakan siap! Hanya orang-orang tertentu saja yang dengan senyum keiklhasan menyatakan rela dijemput maut. Hanya orang-orang yang bisa merasakan hakikat keesaan Ilahi dalam dirinyalah yang dengan sukarela mau tereliminasi dan pergi ke alam kelanggengan (keabadian). Mati, sebenarnya bukanl...

Ribut Benjut, Kalah Menang tetep Senang

Indahnya Coblosan di Bulan Puasa Oleh: RHR Dodi Sarjana Damaiku, Damaimu. Damai di aku semoga juga menular damai di dirimu. Damai di dunia, pasti juga akan damai di akherat. MARHABAN, ya Ramadhan. Bulan suci Ramadhan telah beberapa hari kita lalui bersama. Umat Islam di seluruh dunia, selama satu bulan penuh melakukan kegiatan ibadah yang amat mulia untuk memerangi segala perbuatan mungkar dan maksiat. Di bulan ini, kita wajib menahan dan mengendalikan diri secara lahir dan batin. Secara lahiriah, kita harus menahan diri dengan tidak makan, tidak minum, dan berhubungan badan di siang hari. Karena itu, substansi ibadah puasa di bulan Ramadhan biasanya sering disebut sebagai pengendalian diri. Puasa atau Ramadhan, di tanah air kita, selalu ditandai dengan sikap antusiasme dan sukacita masyarakat. Di negara kita dan juga negara-negara lain, puasa tidak hanya sebatas dijalani sebagai hari penyucian kembali, namun juga proses hidup baru. Di beberapa wilayah di tanah air, bulan puasa juga me...