
WHAT'S in a name? -- Apalah arti sebuah nama?
Ungkapan ini seringkali muncul di tengah-tengah kita untuk menyatakan bahwa sebuah nama tidaklah terlalu penting untuk diperdebatkan.
Namun sayang ungkapan dalam cerita Romeo dan Juliet, kisah percintaan sepanjang abad buah pena pujangga Inggris William Shakespeare tersebut seringkali dikutip dengan meninggalkan konteks cerita fiksi percintaan itu.
"What's in a name?
That which we call a rose
By any other name
Would smell as sweet"
Kita sebaiknya juga tidak asal mengutip, jika tidak tahu bahwa ungkapan tersebut memiliki konteks berbeda. Shakespeare menggunakan ungkapan ini karena Romeo dan Juliet tidak bisa bersatu berhubung nama belakang keduanya menunjukkan nama dua keluarga yang sudah bermusuhan selama bertahun-tahun.
Nama pada hakikatnya mencerminkan sebuah karakter dan memiliki memiliki pengaruh yang cukup besar. Terutama sekali pemakaian nama yang dimaksudkan untuk mempromosikan suatu kegiatan atau produk.
Saat ini, di Pekanbaru Riau akan digelar sebuah festival dengan nama yang cukup unik, Festival Trotoar. Dari sisi penamaan saja, festival ini cukup unik dan menggoda kita untuk menengoknya. Kita perlu memberikan apresiasi, karena dengan festival ini, tentunya bisa mengangkat nama Pekanbaru dan Riau di percaturan nasional.
Festival ini digelar untuk memperingati Hari Bumi. yang jatuh setiap tanggal 22 April secara Internasional. Namun pelaksanaan Festival Trotoar sendiri akan digelar tanggal 24 April di Pekanbaru.
Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Peringatan ini dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup. Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) dan musim gugur di belahan bumi selatan.
Sebagai wilayah yang memiliki kekayaan alam berupa hutan dan lingkungan alami, festival ini, apa pun bentuknya nanti, dipastikan akan mendapat sorotan dan perhatian banyak orang. Dengan demikian, festival ini sebenarnya bisa menjadi ajang kita semua untuk mempromosikan Riau sebagai wilayah yang pro lingkungan "sehat".
Melihat fenomena yang bakal muncul terkait festival ini, maka ada baiknya kalau even ini nantinya dipertahankan menjadi kegiatan rutin tahunan dan dikembangkan lebih maksimal lagi. Karena selain bermanfaat untuk hiburan masyarakat dan ajang penyadaran diri agar lebih mencintai bumi, even ini juga bisa menjadi ikon baru Pekanbaru atau bahkan Riau.
Belum lengkap rasanya pergi ke Riau kalau tidak mengikuti atau mengunjungi Festival Trotoar. Dan kalau brand tersebut sudah terbangun, maka jalan lempanglah yang terbantang untuk pengembangan sektor-sektor potensial lain yang dimiliki provinsi tercinta ini.
Trotoar pada hakikatnya adalah tempat berjalan. Semoga dengan pelaksanaan Festival Trotoar di Pekanbaru ini, bisa menjadi pijakan perjalanan provinsi ini menuju tingkat kehidupan yang lebih baik.
Dengan kesadaran untuk lebih peduli kepada Bumi, semoga kita bisa memelihara dan memanfaatkan kekayaan alam yang kita miliki dengan lebih bijaksana. Dengan demikian, kekayaan alam tersebut bisa dimanfaatkan hingga puluhan, ratusan, dan bahkan ribuan tahun mendatang. ****
(foto:detik.com)
Komentar