Langsung ke konten utama

Matinya Orang Paling Berbahaya


ORANG paling dicari di dunia Osama Bin Laden telah tewas beberapa minggu lalu. Kematian orang yang dianggap paling berbahaya di dunia itu, diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.

Obama menyebutkan, Osama tewas di pinggiran Islamabad, Pakistan. Pria kelahiran Arab Saudi itu tewas dalam operasi intelijen AS yang menargetkan sebuah gedung di pinggiran Islamabad. Ada luka tembak di kepala Osama.

Selama ini, nama Osama selalu dikaitkan dengan sejumlah serangan atau tragedi yang mengerikan. Bahkan pemerintah AS pernah menawarkan US$ 50 juta bagi yang mengetahui keberadaan Osama. Sementara FBI memasukkan Osama dalam daftar 10 buronan paling dicari.

Osama telah diburu Angkatan Bersenjata AS sejak serangkaian serangan terhadap
target-target Barat termasuk serangan 11 September 2001 di New York dan Washington. Dalam teror-teror yang terjadi dibelahan dunia dan bahkan Indonesia, nama pria ini juga selalu dikait- kaitkan.

Sebelum kejadian Senin awal Mei lalu, berita tentang kematian Osama sebenarnya telah beberapa kali dimunculkan. Misalnya saja dalam buku Osama Bin Laden: Dead or Alive? yang ditulis analis politik dan filsuf Professor David Ray Griffin.

Dalam buku karya mantan profesor emeritus di Sekolah Teologi California Claremont itu disebutkan, Osama meninggal karena gagal ginjal atau keluhan semacam itu, pada 13 Desember 2001.

Osama disebutkan meninggal di pegunungan Tora Bora, Afghanistan, dekat perbatasan Waziristan. Pemakamannya dilakukan dalam waktu 24 jam, sesuai dengan aturan Islam. Kuburan Osama tidak diberi tanda, yang merupakan kebiasaan Wahhabi.

Pengamat terorisme Noor Huda Ismail dalam perbincangan dengan detikcom mengingatkan, kendati pentolan Al Qaeda itu tewas, belum tentu jihad ala Al Qaeda ikut tewas. Sebab jihad ala Al Qaeda adalah persoalan ideologi, bukan individu.

Menurut Noor Huda, gerakan yg mengatasnamakan jihad di bawah payung Al Qaeda pada skala internasional, tidak akan berpengaruh besar. Mereka akan kehilangan figur sesaat namun pemimpin baru akan segera muncul, seperti Ayman al Zawahiri dan Anwar Al-Awlaki.

Disebutkannya, dalam konteks Indonesia, sudah tertangkap ratusan pelaku tindak pidana
teroris. Meski demikian, gerakan tersebut tetap ada. Bin Laden adalah inspirasi. Jadi proses rekrutmentnya adalah bottom up, orang yang di bawah mencoba kaitkan dengan gerakan yang besar.

Mencoba memerangi aksi teror, barangkali bisa dilakukan dengan mencoba mengubah sistem dan kurikulum pendidikan di tanah air. Dalam peristiwa bom yang terjadi akhir-akhir ini, pelakunya mayoritas pelajar dan sarjana.

Fenomena itu mengindikasikan bahwa siswa atau pelajar cenderung setuju kekerasan atas nama agama. Pertanyaannya kemudian, adakah yang salah dan yang hilang dari pendidikan di sekolah?

Di era demokrasi ini, semua orang bisa menyampaikan pikirannya, ketika orang kecewa dengan keadaan, mereka mencari alternatif lain seperti kekhilafan yang cenderung toleran pada kekerasan, kata Abdul Muchsin G, dosen UIN Jakarta.

Bertolak dari kondisi tersebut, pemerintah perlu mengevaluasi sistem dan kurikulum pendidikan. Sekolah perlu harus mengajarkan ajaran inklusif, toleransi dan melindungi kelompok minoritas.

Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdala sepakat jika pendidikan kebangsaan perlu ditambah, seperti pendidikan Pancasila. Di sisi lain pendidikan keagamaan pun perlu mengajarkan tentang pluralisme.

Pluralisme, sering disalahartikan, dianggap menyamakan semua agama. Padahal pluralisme adalah menghargai perbedaan dan mencari titik temu agama, ini kan Bhinneka Tunggal Ika, kata Ulil. ****

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pulang ke Rumah

Rumah Masa Depan Bukan di Kuburan Oleh: RHR Dodi Sarjana Jika ingin bersendiri tanpa bersepi Jika ingin hening di tengah bising yang mati Jika terus ingin lari lalu selalu rindu kembali Jika ingin tempat menetap tanpa tersekap jawablah: kepadamukah kumesti pergi? SEORANG penyair, yang mantan dosen Fakultas Satra Inggris UGM Yogyakarta, Landung R. Simatupang, memaknai hakikat rumah dengan goresan puisinya seperti dituliskannya di atas. Landung memang memberi judul pusinya dengan satu kata, Rumah. Namun Landung masih sangsi akan ketentraman yang ditawarkan rumah. Adakah tempat lain, selain rumah, yang bisa memberi silih atau obat ketika hati ini merana? Benarkah hanya rumah, satu-satunya tempat yang mampu memberikan kenyaman di kala hati gundah? Tentu jawaban yang muncul akan sangat debatable. Sangat bisa dibantah dan tergantung suasana hati masing-masing individu. Namun harus diakui, dari rumah lah, kerangka psikologis seseorang terbangun. Suasana rumah, kehidupan rumah, dan geliat hidu...

Memilih Cara Kematian

Ajal yang Menakutkan Oleh: RHR Dodi Sarjana SEANDAINYA Anda menjadi terpidana mati... Besok Anda akan dieksekusi... Sebagai penghormatan terakhir atas "identitas" kemanusiaan Anda, Anda diberi kebebasan untuk memilih cara menempuh kematian tersebut. Cara apa kira-kira yang menjadi pilihan Anda? MENGHADAPI ajal tentu bukanlah persoalan sepele dan ringan. Sebagai manusia yang masih suka bergulat dengan dunia keduniawiaan, manusia yang belum bisa melihat hakikat kehidupan, hakikat bahwa kita semua adalah pancaran sinar-Nya, berhadapan dengan kematian adalah menakutkan. Kalau ditanya kapan kamu mau mati? Sudah siapkah kamu menghadapi elmaut sang pencabut nyawa? Tentu kita tidak akan pernah mengatakan siap! Hanya orang-orang tertentu saja yang dengan senyum keiklhasan menyatakan rela dijemput maut. Hanya orang-orang yang bisa merasakan hakikat keesaan Ilahi dalam dirinyalah yang dengan sukarela mau tereliminasi dan pergi ke alam kelanggengan (keabadian). Mati, sebenarnya bukanl...

Ribut Benjut, Kalah Menang tetep Senang

Indahnya Coblosan di Bulan Puasa Oleh: RHR Dodi Sarjana Damaiku, Damaimu. Damai di aku semoga juga menular damai di dirimu. Damai di dunia, pasti juga akan damai di akherat. MARHABAN, ya Ramadhan. Bulan suci Ramadhan telah beberapa hari kita lalui bersama. Umat Islam di seluruh dunia, selama satu bulan penuh melakukan kegiatan ibadah yang amat mulia untuk memerangi segala perbuatan mungkar dan maksiat. Di bulan ini, kita wajib menahan dan mengendalikan diri secara lahir dan batin. Secara lahiriah, kita harus menahan diri dengan tidak makan, tidak minum, dan berhubungan badan di siang hari. Karena itu, substansi ibadah puasa di bulan Ramadhan biasanya sering disebut sebagai pengendalian diri. Puasa atau Ramadhan, di tanah air kita, selalu ditandai dengan sikap antusiasme dan sukacita masyarakat. Di negara kita dan juga negara-negara lain, puasa tidak hanya sebatas dijalani sebagai hari penyucian kembali, namun juga proses hidup baru. Di beberapa wilayah di tanah air, bulan puasa juga me...