
Cer-PELI (cerita pendek sekali)
Perawakannya ceking. Kulitnya coklat agak hitam. Kering, sedikit bersisik. Dari penampilannya jelas terrkesan kalo dia kurang merawat diri.
Rambutnya yg kaku dia biarkan agak panjang. Bagian belakang ujung2nya menyentuh tengkuk. Tak pernah disisir selain disapu dengan jari2 tangan.
Teman2 dekatnya biasa memanggilnya Echi. Sementara kolega2nya hormat mamanggil Pak Achmad. Ya nama lengkapnya memang Achmad Echi.
Melihat gaya dan penampilan Echi pasti tdk ada yg menyangka kalo si Echi ini seorang bos. Tidak pernah ada formalitas di hidupnya. Ngomongnya ceplas-ceplos dan seringkali ala Tukul di acara Bukan Empat Mata. Bahkan dalam berbagai acara resmi, tak jarang dia memposisikan dirinya bukan layaknya pimpinan. Entah itu disengaja atau tidak.
Meski pandai memasak dan mempunyai klub kuliner, bos Echi lebih memilih rokok dan bir untuk menjinakkan rasa laparnya.
"Kalau perut ini dimanja dengan makanan, maka dia tidak akan siap jika tiba2 kita ajak menderita. Prihatin..prihatin. Kita harus senantiasa prihatin dalam menjalani hidup," katanya suatu saat padaku.
Echi memang menjalani hidup dari bawah sekali. Namun kalau prihatin menjadi alasan dlm persoalan pilihan makanan, aku kira bukan itu alasannya. Gajinya sudah cukup besar. Untuk memborong seluruh makanan di pasarpun rasanya uangnya masih tersisa buanyak.
Simpel dalam pemikiran, bos Echi tak mau berbelitbelit memandang dan menjalani kehidupan.
Ketika teman2nya memamerkan usaha barunya, bos Echi lebih memilih mengumpulkan anak2 pinggiran dan dilatih wiraswasta jualan pecel keliling. Sukses, meski anak asuhnya yg bertahan tinggal dua orang. Yang lain lebih memilih kerja di pabrik ketimbang mengaduk sambal.
Ketika temen2nya menjalani trend kehidupan malam, berfoyafoya dan selalu berganti wanita untuk dipeluk, bos Echi punya pemikiran yang lain.
Didekatkannya mulutnya ke telingaku."Ayo ikut aku ke Desa Suka Senang. Pilihkan aku prawan yg cantik. Aku mau nikahi dia saja. Murah, tiap bulan aku hanya akan kasih uang belanja satu juta. Itu juga sudah ditanggung bersih, jauh dari penyakit dan bisa kupeluk kapan aku mau. Istimewanya lagi, hanya aku sendiri yg pake."
Sungguh bos Echi ini memang sederhana dan simpel. Dia bisa membuat sesuatu yg susah dan rumit menjadi sepele.
Btw memang segampang itu kah? Aku tak tahu, barangkali ada jg resiko lain yg musti ditanggung. (ds, pekanbaru 12/1/12)
Komentar