Langsung ke konten utama

Menunggu Gebrakan Spektakuler KPK


HIDUP KPK, gantung koruptor! teriakan itu menggema, memenuhi relung-relung dan sudut kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), saat acara serah terima jabatan dari Ketua KPK lama ke ketua baru, Abraham Samad.

Gebrakan Samad saat berpidato boleh juga. Terapinya dalam sambutan pertamanya ketika pertama kali ngantor di KPK, semoga mampu makin membangkitkan semangat perang terhadap korupsi.

Kita sangat berharap, Abraham tidak melupakan janjinya bahwa tidak akan banyak berbicara selain melakukan aksi nyata melibas gerombolan koruptor. Perang melawan aksi koruptor memang membutuhkan semangat tinggi.

Ibarat mati semu, korupsi akan langsung menggeliat lagi begitu ada celah sekecil apa pun yang muncul gara-gara semangat mulai kendor. Dan para koruptor akan tersenyum simpul, ketika pada perjalanannya nanti, para pendekar antikorupsi ternyata lebih banyak mengobral kata ketimbang mengobral tindakan.

Kita semua menunggu gebrakan-gebrakan spektakuler para pendekar baru KPK. Kita menunggu upaya strategis dan taktis meraka dalam membungkam jurus-jurus licik para koruptor. Selama ini, koruptor terkenal licin bagai belut dan ahli dalam menghentikan langkah aparat.

Semua lini, semua lembaga keamanan dan hukum berhasil mereka susupi. Alih-alih memerangi korupsi, akibat keahlian para koruptor, tak terhitung lagi banyaknya aparat hukum dan politisi kita yang terjerat laku korupsi.

Sulitnya mencari lembaga yang tidak terkontaminasi perilaku korupsi, seringkali membuat masyarakat apatis. Bimbang dan tidak lagi percaya terhadap aparat hukum, termasuk terhadap KPK.

Karenanya tidaklah terlalu salah, jika saat serah terima, lagi-lagi Abraham keceplosan statemen. Barangkali Abraham merasa perlu melontarkan itu, demi mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Di hadapan anakbuahnya, Abraham juga menyatakan jajaran pimpinan baru tidak memiliki kontrak politik dengan DPR. Dan pertanggungjawaban mereka ke masyarakat bukan ke DPR.

"Saya bersama teman-teman, meyakinkan publik seperti yang disampaikan kepada DPR, bukan kontrak politik tapi kontrak sosial. Kami memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Kita akan babat sampai ke akar-akarnya," tutur Abraham bersemangat.

Kita semua berharap, KPK jilid III ini lebih kuat dari pendahulunya dan tidak sekadar obral janji. Mereka sudah terlanjur obral kasus Century, maka kita tunggu saja apakah hal itu bisa dibereskan atau tidak.

KPK jilid III sangat rentan terhadap intervensi politik. Bahkan bisa saja KPK menjadi perpanjangan alat politik. KPK jilid III, tidak boleh hanya kuat di awal tapi lembek kemudian. Seperti yang dilakukan KPK jilid II, awalnya mereka terlihat sangat garang, namun kemudian kegarangan itu memudar.

Pimpinan KPK baru diharapkan dapat segera mengembalikan kepercayaan publik. Mereka harus menjawab keraguan publik menyangkut penuntasan sejumlah kasus besar. Ke depan, KPK perlu memprioritaskan kasus-kasus yang dianggap penting.

Selama empat tahun ke depan, para pendekar antikorupsi ini akan banyak menghadapi jebakan di medan yang berat. Untuk mengantisipasinya, jajaran pimpinan KPK harus kompak. Solidaritas diantara lima pimpinan KPK akan memegang peran penting dalam kancah pertempuran melawan korupsi. ****

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pulang ke Rumah

Rumah Masa Depan Bukan di Kuburan Oleh: RHR Dodi Sarjana Jika ingin bersendiri tanpa bersepi Jika ingin hening di tengah bising yang mati Jika terus ingin lari lalu selalu rindu kembali Jika ingin tempat menetap tanpa tersekap jawablah: kepadamukah kumesti pergi? SEORANG penyair, yang mantan dosen Fakultas Satra Inggris UGM Yogyakarta, Landung R. Simatupang, memaknai hakikat rumah dengan goresan puisinya seperti dituliskannya di atas. Landung memang memberi judul pusinya dengan satu kata, Rumah. Namun Landung masih sangsi akan ketentraman yang ditawarkan rumah. Adakah tempat lain, selain rumah, yang bisa memberi silih atau obat ketika hati ini merana? Benarkah hanya rumah, satu-satunya tempat yang mampu memberikan kenyaman di kala hati gundah? Tentu jawaban yang muncul akan sangat debatable. Sangat bisa dibantah dan tergantung suasana hati masing-masing individu. Namun harus diakui, dari rumah lah, kerangka psikologis seseorang terbangun. Suasana rumah, kehidupan rumah, dan geliat hidu...

Memilih Cara Kematian

Ajal yang Menakutkan Oleh: RHR Dodi Sarjana SEANDAINYA Anda menjadi terpidana mati... Besok Anda akan dieksekusi... Sebagai penghormatan terakhir atas "identitas" kemanusiaan Anda, Anda diberi kebebasan untuk memilih cara menempuh kematian tersebut. Cara apa kira-kira yang menjadi pilihan Anda? MENGHADAPI ajal tentu bukanlah persoalan sepele dan ringan. Sebagai manusia yang masih suka bergulat dengan dunia keduniawiaan, manusia yang belum bisa melihat hakikat kehidupan, hakikat bahwa kita semua adalah pancaran sinar-Nya, berhadapan dengan kematian adalah menakutkan. Kalau ditanya kapan kamu mau mati? Sudah siapkah kamu menghadapi elmaut sang pencabut nyawa? Tentu kita tidak akan pernah mengatakan siap! Hanya orang-orang tertentu saja yang dengan senyum keiklhasan menyatakan rela dijemput maut. Hanya orang-orang yang bisa merasakan hakikat keesaan Ilahi dalam dirinyalah yang dengan sukarela mau tereliminasi dan pergi ke alam kelanggengan (keabadian). Mati, sebenarnya bukanl...

Ribut Benjut, Kalah Menang tetep Senang

Indahnya Coblosan di Bulan Puasa Oleh: RHR Dodi Sarjana Damaiku, Damaimu. Damai di aku semoga juga menular damai di dirimu. Damai di dunia, pasti juga akan damai di akherat. MARHABAN, ya Ramadhan. Bulan suci Ramadhan telah beberapa hari kita lalui bersama. Umat Islam di seluruh dunia, selama satu bulan penuh melakukan kegiatan ibadah yang amat mulia untuk memerangi segala perbuatan mungkar dan maksiat. Di bulan ini, kita wajib menahan dan mengendalikan diri secara lahir dan batin. Secara lahiriah, kita harus menahan diri dengan tidak makan, tidak minum, dan berhubungan badan di siang hari. Karena itu, substansi ibadah puasa di bulan Ramadhan biasanya sering disebut sebagai pengendalian diri. Puasa atau Ramadhan, di tanah air kita, selalu ditandai dengan sikap antusiasme dan sukacita masyarakat. Di negara kita dan juga negara-negara lain, puasa tidak hanya sebatas dijalani sebagai hari penyucian kembali, namun juga proses hidup baru. Di beberapa wilayah di tanah air, bulan puasa juga me...