
JIKA tidak ada aral melintang, hari ini, calon Walikota Pekanbaru, Provinsi Riau terpilih H Firdaus MT akan dilantik. Saat ini, yang bersangutan dikabarkan tengah berada di Jakarta untuk menjemput Surat Keputusan (SK) pelantikannya ke Kementrian Dalam Negeri (Mendagri) RI.
"Informasinya, saat ini Pak' Firdaus sedang berada di Jakarta di Kementrian Dalam Negeri untuk mengurus SK pelantikannya," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru, Desmianto di Pekanbaru, Rabu, seperti dikutip Antara.
DPRD Pekanbaru, menurut Desmiato, sejauh ini telah siap seratus persen untuk prosesi pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru, Firdaus MT dan Ayat Cahyadi. Segala fasilitas termasuk gedung telah kami siapkan. Dan terakhir, Gubernur HM Rusli Zainal juga telah siap untuk melantiknya, tinggal menunggu SK dari Mendagri,
Pihak DPRD Kota Pekanbaru, mengagendakan sidang dengan acara pokok pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih periode 2012-2017 berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Pekanbaru pada Senin (16/1) kemarin. Rapat Bamus menghasilkan kesepakatan bersama, agar pelantikan dilakukan sesegera mungkin.
Kapan pun pelantikan akan digelar, kita semua berharap, hal itu menjadi momentum pasagan Firdaus dan Ayat untuk merealisasikan janji-janjinya di saat kampanye dahulu. Kita berharap, pelantkan tidak hanya menjadi monumen belaka dan seolah-olah menjadi tonggak kebangaan.
Pelantikan adalah realisasi kepercayaan dari masyarakat terhadap calon pemimpin terpilih. Pelantikan harus diikuti dengan karya-karya nyata demi kemaslahatan rakyat banyak. Pasangan walikota dan wakilnya, harus bisa meneruskan karya positif pendahulunya serta memberikan hal- hal baru yang lebih bisa dirasaan manfaatnya.
Kemenangan tidak boleh melenakan. Kemenangan perlu disikapi dengan bekerja keras untuk mewujudkan impian saat kampanye dahulu. Bukan pekerjaan ringan. Dibutuhkan semangat, kemampuan, dan taktik jitu guna meraih posisi orang nomor satu tersebut.
Kini saatnya bagi pasangan yang sering disingkat dengan PAS untuk membuktikan bahwa mereka sungguh-sungguh mendarmabatikan hidupya untuk masyarakat. Sebagai seorang pemimpin harus selalu memegang teguh hakikat kepemimpinan dalam pandangan yang mendalam.
Ketika menjadi kepala daerah, maka siapa pun dia, sebenarnya mengemban tanggungjawab yang besar sebagai seorang pemimpin yang harus mampu mempertanggungjawabkan amanah tersebut. Jabatan sebagai kepala daerah bukanlah suatu keistimewaan. Seorang pemimpin tidak boleh merasa menjadi manusia istimewa sehingga merasa harus diistimewakan.
Menjadi pemimpin harus mengesampingkan fasilitas duniawi yang menyenangkan. Dan ia justru harus berkorban untuk masyarakat yang dipimpinnya. Pemimpin daerah harus menyadari bahwa kahikatnya mereka adalah pelayan bagi warga yang dipimpinnya.
Sehingga setiap pemimpin mutlak harus memiliki visi dan misi pelayanan terhadap orang-orang yang dipimpinnya guna meningkatkan kesejahteraan hidup.
Hakikat lain seorang pemimpin adalah sebagai teladan atau panutan. Ketika seorang pemimpin menyerukan kejujuran kepada rakyat yang dipimpinnya, maka ia harus bisa memegang ucapannya. Ketika pemimpin meminta rakyatnya hidup sederhana, maka ia harus pula tunjukkan kesederhanaan, bukan malah kemewahan.
Sebagai pasangan pemimpin di Pekanbaru, kita semua sangat berharap, PAS bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Serta mampu menyelamatkan lingkungan hidup dan mampu memimpin dan membawa kota ini ke kondisi yang lebih baik. ****
Komentar