Aku mengenal istilah BBS, saat masih kuliah di Yogyakarta. Bukan karena pengalaman, tapi karena cerita teman dan baca koran.
BBS alias bobok-bobok siang, katanya pada waktu itu, kegiatan nyantai yang dilakukan di saat-saat terjepit, di sela-sela makan siang.
Pegawai negeri atau pekerja swasta, pamit makan siang di luar kantor. Dia sud
ah
berhitung, istirahat makan siang waktunya satu jam. Sepuluh menit untuk
isi perut dan nambah tenaga, sisanya untuk puaskan syahwat.
Prakteknya gampang. Tinggal cari selingkuhan rekan sekantor atau tetangga kantor. Praktis dan ekonomis. Belum ada hape, sehingga pesan cukup ditempel di spion motor.
Soal biaya BBS bisa ditanggung renteng. Yang penting otak makin enteng karena nafsu terlampiaskan, kata mereka. Bayar hotel untuk BBS bisa patungan, wong sama2 seneng. Hotelnya namanya Hotel Sejaman, karena pakainya dihitung jam-jaman.
Aku gak tahu, budaya itu, saat ini masih ada nggak ya? Yang jelas, saat ini, aku sedang BBS. Tidak di hotel, tapi di rumah. Sudah kulakukan lebih dari 3 jam, tanpa keluar biaya.
Pagi tadi, usai ngantar anak cantikku sekolah, badanku lemas dan limbung. Kepala serasa berat sekali. Mau ke kantor tak ada tenaga. Makanya kuputuskan BBS.
Inilah....BBS sendiri tapi banjir keringat. Lumayan, pusing dan kemeriang sudah berkurang. Aku hanya menghantamnya dengan minum teh panas dan berdekapan dengan selimut tebal.
Ah uh ah uh. ..ehhhh salah...Huah.......huah.....ay o semangat sehat kembali!!!! ****
Prakteknya gampang. Tinggal cari selingkuhan rekan sekantor atau tetangga kantor. Praktis dan ekonomis. Belum ada hape, sehingga pesan cukup ditempel di spion motor.
Soal biaya BBS bisa ditanggung renteng. Yang penting otak makin enteng karena nafsu terlampiaskan, kata mereka. Bayar hotel untuk BBS bisa patungan, wong sama2 seneng. Hotelnya namanya Hotel Sejaman, karena pakainya dihitung jam-jaman.
Aku gak tahu, budaya itu, saat ini masih ada nggak ya? Yang jelas, saat ini, aku sedang BBS. Tidak di hotel, tapi di rumah. Sudah kulakukan lebih dari 3 jam, tanpa keluar biaya.
Pagi tadi, usai ngantar anak cantikku sekolah, badanku lemas dan limbung. Kepala serasa berat sekali. Mau ke kantor tak ada tenaga. Makanya kuputuskan BBS.
Inilah....BBS sendiri tapi banjir keringat. Lumayan, pusing dan kemeriang sudah berkurang. Aku hanya menghantamnya dengan minum teh panas dan berdekapan dengan selimut tebal.
Ah uh ah uh. ..ehhhh salah...Huah.......huah.....ay
Komentar