(seri ngisruh 2)
Sloomprett....!
Bedunnduuk....!
jiiYembuut.....!
Lagi-lagi Pak Kumis misuh. Pak Kumis mengumpat sepuas-puasnya. Seluruh koleksi kata2 saru, porno, dan tak pantas, yg selama ini dikoleksi dari Sabang hingga Merauke, dikeluarkan.
Sloomprett....!
Bedunnduuk....!
jiiYembuut.....!
Lagi-lagi Pak Kumis misuh. Pak Kumis mengumpat sepuas-puasnya. Seluruh koleksi kata2 saru, porno, dan tak pantas, yg selama ini dikoleksi dari Sabang hingga Merauke, dikeluarkan.
Hatinya membara....terbakar sekam yang selama dipendam.
Maksud hati dia hendak 'menanam' anak buah di kandang lawan. Dia hendak mencuri rahasia dan kekuatan lawan. Jebulnya.......atau kenyataannya...?
Harapan tinggal harapan. Yg tersisa cuma penyesalan dan amarah. Anak buahnya ternyata 'berselingkuh' dan justru jatuh cinta pada lawan.
Si Komik, anak buahnya yg disusupkan ternyata berubah pandangan. Entah malaikat siapa yg telah menaklukan hati Komik dan membuat Komik berhati luhur.
Bukannya mencuri rahasia lawan, tapi Si Komik justru membocorkan simpanan dosa bosnya kepada Rahmat.
Berbekal daftar dosa dari Komik itulah, Rahmat beserta krunya bergerak cepat. Rahmat membuat operasi khusus pembersihan preman pasar dengan sandi ' jika batuk dikomik saja'.
Rahmat yg dianggap anak kemarin sore dan belum pandai buang ingus oleh Pa Kumis, ternyata cukup menggiriskan juga. Kumis dibuat kalang kabut.
Di tengah kegalauan dan kebingungannya, lagi-lagi Kumis mengeluarkan jurus umpatannya. "Sliiiilliiit......! Bleendranggg....! jiiiiYYaancuuuk....!" ****
Maksud hati dia hendak 'menanam' anak buah di kandang lawan. Dia hendak mencuri rahasia dan kekuatan lawan. Jebulnya.......atau kenyataannya...?
Harapan tinggal harapan. Yg tersisa cuma penyesalan dan amarah. Anak buahnya ternyata 'berselingkuh' dan justru jatuh cinta pada lawan.
Si Komik, anak buahnya yg disusupkan ternyata berubah pandangan. Entah malaikat siapa yg telah menaklukan hati Komik dan membuat Komik berhati luhur.
Bukannya mencuri rahasia lawan, tapi Si Komik justru membocorkan simpanan dosa bosnya kepada Rahmat.
Berbekal daftar dosa dari Komik itulah, Rahmat beserta krunya bergerak cepat. Rahmat membuat operasi khusus pembersihan preman pasar dengan sandi ' jika batuk dikomik saja'.
Rahmat yg dianggap anak kemarin sore dan belum pandai buang ingus oleh Pa Kumis, ternyata cukup menggiriskan juga. Kumis dibuat kalang kabut.
Di tengah kegalauan dan kebingungannya, lagi-lagi Kumis mengeluarkan jurus umpatannya. "Sliiiilliiit......! Bleendranggg....! jiiiiYYaancuuuk....!" ****
Komentar