Opa Dani, meski usianya sudah masuk kepala enam, tapi penampilannya gak kalah trendy sama keponakaanya yang baru berusia 30 tahun.
Kacamata sudah plus dan minus, tapi gagang atau framenya gaya anak muda dan bermerk. Bahkan selalu ganti kalo ada model baru.
Baju-celananya jangan ditanya lagi. Merknya harus Playboy dan Levi's. Bukan yang kw, tapi yang asli-sli.
"Sayang....sini dong Yang," kata Opa Dani suatu pagi, pada Oma Chandrawati Dani.
"Ya....Cintaku, ada apa Cin," sahut Oma sambil melenggok, mendekat. Mengangsurkan pantat di samping Opa. Oma usianya pas 60 tahun.
"Bikinkan kopi gula diet ya Sayang. Sama ambilkan roti gabin," ujar Opa sambil mencubit dagu oma.
"Ya Cin....." sahut oma manja.
Keponakan2 opa; Febri, Anto, Desi, dan Ariestia, salut dan terkagum-kagum akan kemesraan opa pada oma.
"Opa....apa sih rahasia opa menjaga kemesraan pada oma? Manggilnya selalu pakai kata sayang lagi. Bagi dong op rahasianya," bisik Anto ke telinga Opa Dani.
"Sssssttt......jangan keras2 Nto. Sini aku beritahu. Aku sudah lupa siapa nama omamu. Jadi kupanggil saja "sayang"....." bisik opa sambil menyilangkan jarinya di bibir. ****
Komentar