Langsung ke konten utama

Pak Jokowi, Politik dan Uang Tak Terpisahkan Lo!!


SETIAP pergantian presiden baru – bukan presiden lama terpilih/menjabat lagi – selalu terjadi penumpukan harapan baru. Selalu terjadi respon dan perubahan baru dalam kehidupan kita semua.
Presiden Joko Widodo atau biasa dipanggil Jokowi, memberikan harapan baru bagi kita semua. Perilaku dan cara kerja yang ditunjukkanya saat menjadi Walikota Solo dan terakhir menjadi Gubernur DKI Jakarta, memercikkan impian baru tentang kesejahteraan bangsa ini.
Jokowi, selama ini dikenal sederhana. Tidak neko-neko. Merakyat, bahkan sangat merakyat.. Segala sesuatunya selalu diupayakannya transparan. Terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Janjinya untuk tidak slintutan, menyembuyikan sesuatu dari rakyatnya, patut kita apresiasi.
Upayanya “menyeleksi” calon menterinya dengan melibatkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menunjukkan tekadnya agar gerbong pemerintahannya tidak diboncengi para petualangan yang ingin selintutan. Mencuri uang dari rakyatnya sendiri.
Oleh karena itu – mengutip pendapat Lukas Setia Atmaja, Pengajar Prasetiya Mulya Business School –  sikap dan cara bekerja Jokowi yang sering berbeda dari presiden-presiden terdahulu diperkirakan bisa membawa perubahan positif. Investor mengharapkan bahwa kabinet Jokowi terdiri dari menteri yang mampu bekerja keras, merakyat, bersih dan profesional.
Kekuatan Jokowi, selain merakyat adalah reputasinya yang bersih dari korupsi sehingga investor berharap pemerintahan baru bisa memiliki good government governance.  Dengan demikian anggaran bisa digunakan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.
Setuju!!!
Momentum Jokowi yang mantan tukang mebel menjadi Presiden harus bisa kita manfaatkan untuk berubah total. Momentum Jokowi harus menjadi perubahan nyata, bukan hanya perubahan sesaat dengan harapan-harapan sesaat pula.
Realita bahwa usai pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi presiden dan wakil presiden, investor membanjiri pasar obligasi, perlu dijaga untuk tidak sekadar menjadi euforia, seperti saat pelantikan presiden-presiden yang lain.
Membangun suasana kondusif agar investor selalu tertarik berinvestasi ke Indonesia adalah yang lebih utama dibanding membangun pencitraan diri semata.
Diberitakan tribunnews.com, Senin (20/10), Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) mencatat Indonesia Government Bond (IGB) Clean Price Index ditutup menguat 0,66 menjadi 112. IGB Total Return Index bahkan menguat 1,12 menjadi 186,75.
Analis obligasi Millenium Danatama Indonesia Desmon Silitonga mengatakan, tingginya minat investor pada pasar obligasi murni akibat euforia pelantikan presiden dan wakil presiden baru. Sejak awal Oktober, ada tren investor asing mulai menarik dana mereka dari pasar obligasi domestik akibat kegaduhan politik.
Sementara catatan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) pada periode akhir September hingga pekan lalu, investor asing menarik dana sebesar Rp 3,23 triliun. Momentum pelantikan presiden menjadi kesempatan bagi investor untuk kembali masuk ke pasar obligasi.
So, realita menunjukkan politik dan uang (perekonomian) memang tak terpisahkan. Namun semoga saja Jokowi beserta kabinetnya bisa mengawal keharmonisan politik agar situasi perekonomian bangsa ini stabil, meningkat, dan pada gilirannya mengangkat derajat kesejahteraan kita semua.
Selain berdoa demi kesejahteraan bangsa, mari kita ikut mengawal perubahan ini agar tidak mati suri sebelum berkembang. Mari kita kawal pemerintahan Jokowi. Yang oke kita dorong, yang tidak oke kita kritisi. ****

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pulang ke Rumah

Rumah Masa Depan Bukan di Kuburan Oleh: RHR Dodi Sarjana Jika ingin bersendiri tanpa bersepi Jika ingin hening di tengah bising yang mati Jika terus ingin lari lalu selalu rindu kembali Jika ingin tempat menetap tanpa tersekap jawablah: kepadamukah kumesti pergi? SEORANG penyair, yang mantan dosen Fakultas Satra Inggris UGM Yogyakarta, Landung R. Simatupang, memaknai hakikat rumah dengan goresan puisinya seperti dituliskannya di atas. Landung memang memberi judul pusinya dengan satu kata, Rumah. Namun Landung masih sangsi akan ketentraman yang ditawarkan rumah. Adakah tempat lain, selain rumah, yang bisa memberi silih atau obat ketika hati ini merana? Benarkah hanya rumah, satu-satunya tempat yang mampu memberikan kenyaman di kala hati gundah? Tentu jawaban yang muncul akan sangat debatable. Sangat bisa dibantah dan tergantung suasana hati masing-masing individu. Namun harus diakui, dari rumah lah, kerangka psikologis seseorang terbangun. Suasana rumah, kehidupan rumah, dan geliat hidu...

Memilih Cara Kematian

Ajal yang Menakutkan Oleh: RHR Dodi Sarjana SEANDAINYA Anda menjadi terpidana mati... Besok Anda akan dieksekusi... Sebagai penghormatan terakhir atas "identitas" kemanusiaan Anda, Anda diberi kebebasan untuk memilih cara menempuh kematian tersebut. Cara apa kira-kira yang menjadi pilihan Anda? MENGHADAPI ajal tentu bukanlah persoalan sepele dan ringan. Sebagai manusia yang masih suka bergulat dengan dunia keduniawiaan, manusia yang belum bisa melihat hakikat kehidupan, hakikat bahwa kita semua adalah pancaran sinar-Nya, berhadapan dengan kematian adalah menakutkan. Kalau ditanya kapan kamu mau mati? Sudah siapkah kamu menghadapi elmaut sang pencabut nyawa? Tentu kita tidak akan pernah mengatakan siap! Hanya orang-orang tertentu saja yang dengan senyum keiklhasan menyatakan rela dijemput maut. Hanya orang-orang yang bisa merasakan hakikat keesaan Ilahi dalam dirinyalah yang dengan sukarela mau tereliminasi dan pergi ke alam kelanggengan (keabadian). Mati, sebenarnya bukanl...

Ribut Benjut, Kalah Menang tetep Senang

Indahnya Coblosan di Bulan Puasa Oleh: RHR Dodi Sarjana Damaiku, Damaimu. Damai di aku semoga juga menular damai di dirimu. Damai di dunia, pasti juga akan damai di akherat. MARHABAN, ya Ramadhan. Bulan suci Ramadhan telah beberapa hari kita lalui bersama. Umat Islam di seluruh dunia, selama satu bulan penuh melakukan kegiatan ibadah yang amat mulia untuk memerangi segala perbuatan mungkar dan maksiat. Di bulan ini, kita wajib menahan dan mengendalikan diri secara lahir dan batin. Secara lahiriah, kita harus menahan diri dengan tidak makan, tidak minum, dan berhubungan badan di siang hari. Karena itu, substansi ibadah puasa di bulan Ramadhan biasanya sering disebut sebagai pengendalian diri. Puasa atau Ramadhan, di tanah air kita, selalu ditandai dengan sikap antusiasme dan sukacita masyarakat. Di negara kita dan juga negara-negara lain, puasa tidak hanya sebatas dijalani sebagai hari penyucian kembali, namun juga proses hidup baru. Di beberapa wilayah di tanah air, bulan puasa juga me...